Sabtu, 12 Januari 2013
Pukul 7 pagi aku dan Dephie sudah berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 2F untuk keberangkatan menuju Singapura dengan menggunakan pesawat Jetstar yang take off pada pukkul 8.20 WIB. Kami sengaja memilih waktu keberangkatan pagi karena kami bisa melewatkan satu hari di Singapura.
Pukul 11.05 waktu Singapura, kami mendarat di
Bandara Internasional Changi! Dikarenakan bukanlah trip pertama kami ke Singapura, jadi kami sama sekali tidak
mendapatkan hambatan untuk mencari tempat penitipan koper yang ada di setiap
terminal. Cukup cari sign LEFT
BAGGAGE, dan kita akan dengan mudah menemukannya. Dengan membayar sebesar 4,28
dollar Singapura kami bisa menitipkan koper kami untuk waktu maksimal 24 JAM sehingga kegiatan berkeliling Singapura tidak akan menyulitkan.
***CATATAN***
Tujuan pertama hari itu adalah menuju ORCHARD untuk
makan siang. Menu makan siang kami adalah laksa di pinggiran jalan Orchard yang indah dan begitu luas untuk pejalan kaki. Seperti biasa, aku tidak
begitu suka menu makanan di Singapura karena tidak memilki taste yang kuat
seperti makanan Indonesia. Rasanya hambar dan minumannya juga terasa hambar. Laksa rasaya TIDAK ENAK dan aneh! Dan seperti biasa, si Dephie yang juga Miss Belanja 2013 ini langsung melancarkan aksinya berbelanja di toko-toko mahal di seputaran Orchard padahal kami masih belum menginjakkan kaki di Korea!
Dikarenakan beberapa bagian Orchard sedang dilaksanakan banyak pemugaran dan pembagungan gedung sehingga kami tidak begitu lama berada di sana. Setelah makan siang dan melakukan aktifitas jepret sana sini (aktifitas wajib bagi kami berdua) kami memutuskan untuk segera hengkang dari Orchard dan menuju Merlion Park.
Merlion Park seperti biasa ramai oleh pengunjung walaupun matahari siang bersinar terik di langit atas. Namun satu hal yang kusuka dari Singapura adalah udaranya yang bersih dan sinar mataharinya yang tidak menyengat seperti di Jakarta ataupun di Bangkok. Sehingga untuk berada di bawah sinar matahari langsung di siang buta bukanlah halangan yang berarti. Untuk sarana transportasi selama di Singapura, tentunya kami mengandalkan MRT sebagai transportasi paling efesien dan nyaman. Semoga saja MRT di Jakarta dan di kota-kota lain di Indonesia segera dibangun sehingga akan memudahkan mobilitas kita. #karena aku tidak suka berpergian di Ibu Kota dengan sistem transportasi yang menyebalkan!
Dikarenakan beberapa bagian Orchard sedang dilaksanakan banyak pemugaran dan pembagungan gedung sehingga kami tidak begitu lama berada di sana. Setelah makan siang dan melakukan aktifitas jepret sana sini (aktifitas wajib bagi kami berdua) kami memutuskan untuk segera hengkang dari Orchard dan menuju Merlion Park.
![]() |
tempat wajib untuk mengambil gambar |
![]() |
Andaikan di Jakarta banyak trotoar bersih dan luas seperti di Orchard... |
Tampak bahagia hehehe |
Merlion Park seperti biasa ramai oleh pengunjung walaupun matahari siang bersinar terik di langit atas. Namun satu hal yang kusuka dari Singapura adalah udaranya yang bersih dan sinar mataharinya yang tidak menyengat seperti di Jakarta ataupun di Bangkok. Sehingga untuk berada di bawah sinar matahari langsung di siang buta bukanlah halangan yang berarti. Untuk sarana transportasi selama di Singapura, tentunya kami mengandalkan MRT sebagai transportasi paling efesien dan nyaman. Semoga saja MRT di Jakarta dan di kota-kota lain di Indonesia segera dibangun sehingga akan memudahkan mobilitas kita. #karena aku tidak suka berpergian di Ibu Kota dengan sistem transportasi yang menyebalkan!
Tidak banyak yang kami lakukan di Merlion Park
selain mengambil gambar dan menggunakan fasilitas open wifi yang berasal dari
gedung-gedung perkantoran di sekitarnya untuk melancarkan aksi NARSIS kami!
Tujuan kami selanjutnya adalah Marina Bay yang terletang di seberang (oke jujur! Tujuan paling utamanya jelas mengunjungi KASINO!). Untuk menuju Marina Bay, cara yang paling mudah dan hemat adalah berjalan dengan memutari sisi pinggir sungai walaupun rasanya cukup melelahkan—tapi kami masih punya banyak sekali waktu di Singapura.
Sampai di Marina Bay, seperti biasa mall ini jelas memberikan suasana yang nyaman dan WAH! Kasinonya sendiri seolah tidak akan pernah sepi dari pengunjung karena dibuka setiap hari 24/7 seolah ingin menyaingi restoran cepat saju McDonnald. Saat itu adalah pertama kalinya bagi Dephie dalam mengunjungi kasino sedangkan aku sudah dua kali ke sana sebelumnya dan pernah berhasil memenangkan 100 DOLLAR SINGAPURA namun akhirnya menelan kekalahan. Sebenarnya kasino sendiri adalah tempat yang begitu menyenangkan bagiku. Aku suka melihat orang-orang ramai berusaha mengadu keberuntungan mereka walau hanya dengan kasat mata saja kita bisa melihat jika orang-orang yang datang lebih banyak kehilangan uang dibandingkan membawa uang pulang. SEE!
Salah satu foto terbaik (menurut kami) yang diambil oleh fotografer yang sedang nongkrong di Merlion Park |
Tujuan kami selanjutnya adalah Marina Bay yang terletang di seberang (oke jujur! Tujuan paling utamanya jelas mengunjungi KASINO!). Untuk menuju Marina Bay, cara yang paling mudah dan hemat adalah berjalan dengan memutari sisi pinggir sungai walaupun rasanya cukup melelahkan—tapi kami masih punya banyak sekali waktu di Singapura.
![]() |
Si Eneng Dephie selalu tampak bahagia |
![]() |
Salah satu keuntungan berjalan kaki di Singapura adalah banyaknya spot foto |
Sampai di Marina Bay, seperti biasa mall ini jelas memberikan suasana yang nyaman dan WAH! Kasinonya sendiri seolah tidak akan pernah sepi dari pengunjung karena dibuka setiap hari 24/7 seolah ingin menyaingi restoran cepat saju McDonnald. Saat itu adalah pertama kalinya bagi Dephie dalam mengunjungi kasino sedangkan aku sudah dua kali ke sana sebelumnya dan pernah berhasil memenangkan 100 DOLLAR SINGAPURA namun akhirnya menelan kekalahan. Sebenarnya kasino sendiri adalah tempat yang begitu menyenangkan bagiku. Aku suka melihat orang-orang ramai berusaha mengadu keberuntungan mereka walau hanya dengan kasat mata saja kita bisa melihat jika orang-orang yang datang lebih banyak kehilangan uang dibandingkan membawa uang pulang. SEE!
Untuk dapat masuk ke dalam kasino kita harus
memastikan membawa paspor dan melewati pemeriksaan yang ketat. Tidak ada barang
yang boleh dibawa masuk kecuali tas tangan perempuan (mungkin dikarenakan ada
kemungkinan para wanita akan menyimpan banyak uang di tas mereka untuk
dihabiskan di dalam kasiono). Untuk masuk ke dalam kasino, pengunjung harus
berpakaian rapi walaupun sandal (bukan sandal jepit seperti yang dipakai ke pantai)
diijinkan (namun kita akan ditolak masuk jika pergi ke kasino di Sentosa yang memiliki peraturan yang lebih ketat). Walaupun awalnya kami hanya berniat untuk
melihat-lihat aktifitas di dalam kasino (khususnya Dephie), namun akhirnya kami
terjerumus pengaruhnya yang luar biasa sehingga kami ikut mengadu
keberuntungan. Dan benar saja! Setelah menempuh permainan beberapa jam dengan
menukar beberapa meja taruhan, kami berhasil memenangkan uang sebanyak 80 DOLLAR! Namun tidak butuh waktu lama bagi uang kami untuk ditarik kembali masuk ke dalam pundi-pundi
uang pemilik kasino.
***LESSON OF THE DAY***
Ingin mendapatkan uang? BEKERJA!!
Akhirnya karena tidak berhasil membawa pulang uang
sepeserpun, kami memutuskan untuk segera pergi dari Marina Bay dan segera
kembali ke bandara untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Seoul, Korea!
Pukul 6 sore kami tiba kembali ke Bandara Changi,
setelah mengurus tas koper yang kami titipkan, kami memutuskan untuk makan malam di
MacDonnald di bandara dan menunggu di terminal keberangkatan untuk melanjutkan
penerbangan kami dengan menggunakan maskapai China Eastern menuju Wuhan, China!
China—Negeri Militer!
Setelah menunggu cukup lama dan akupun hampir
tertidur pulas di jejeran bangku Bandara Changi, akhirnya kami bisa check in di counter China Eastern. Satu hal
yang sangat mengganggu kami adalah kami SAMA SEKALI tidak pernah menaiki
maskapai penerbangan China Eastern sebelumnya dan dari review yang kami baca
mengatakan jika pesawat ini memiliki pelayanan yang tidak begitu bagus dan
mempunyai fasilitas minim serta bangku pesawat yang tidak bagus! Selain itu, kamipun sama sekali tidak tahu apakah kami mendapatkan makanan selama penerbangan kami dan terutama yang paling merisaukan bagi backpacker seperti kami adalah APAKAH HARGA TIKET PESAWAT SUDAH TERMASUK BAGASI?!
Kami sungguh tidak mempunyai budget lebih jika
ternyata kami diharuskan untuk membayar bagasi—dengan koper berar yang
berisikan mantel dan baju hangat—sangat mustahil bagi kami untuk tidak
menggunakan bagasi jika berpergian ke negara yang tengah dilanda musim dingin.
Namun apa yang kami dapatkan?!
Semua kekhawatiran kami sirna ketika kami diberitahu jika kami mendapatkan BAGASI dan juga mendapatkan MAKANAN selama penerbangan kami! What?! Semua ini sungguh di luar perkiraan. Kami sungguh benar-benar diberkati dan kami sangat yakin perjalanan ini akan sangat menyenangkan!
Pukul 2 pagi, penerbangan kami dari Singapura menuju
Wuhan di sebelah tenggara China berjalan dengan mulus. Dan ternyata, pesawat
China Eastern tidaklah seburuk yang kami bayangkan. Tempat duduknya nyaman dan makanannya juga enak. Kami bahkan mendapat minuman berulang kali selama perjalanan. Ada satu hal yang menggelitik ketika kami menyadari jika kami adalah satu-satunya orang NON-CHINA yang berada di dalam pesawat. KAMI BERADA DI TENGAH ORANG-ORANG CHINA!!!! Sungguh ada perasaan berdebar namun mengesankan. Kami sepertinya masih
nyaman dengan perjalanan kami.
Setelah menempuh perjalanan selama 4,5 jam, kami
akhirnya sampai di Wuhan! Kami sungguh SENANG dan
bersemangat karena ini akan menjadi kali pertamanya kami menginjakkan kaki di
negara CHINA! Walaupun aku belum sempat mengunjungi Tembok Besar China dan juga
Forbidden City di Beijing, namun Wuhan juga bukanlah tempat yang buruk. #Berusaha menghibur diri.
Pesawat mendarat dengan mulus dan kami semua turun dari pesawat
karena kami tidak akan berlama-lama transit di Wuhan—kami harus melanjutkan
perjalanan menuju Qing Dao di sebelah timur laut China. Tepat ketika kami turun melalui tangga pesawat menuju bis jemputan yang akan mengantar kami ke bandara Wuhan kami mendapatkan kejutan yang menyenangkan! Udara di Wuhan saat itu berkisar 5 derajat celcius.
Sungguh DINGIIIIN hingga ketika kami bernapas, ada asap yang menguap dari mulut
kami seperti yang biasa kita tonton di film-film. Udara di Wuhan begitu segar! Rupanya ini rasanya berada di tengah musim dingin.
Bandara Wuhan bukanlah bandara yang besar. Bahkan
ketika kami turun dari bis, dan memasukki sebuah pintu kaca double, kami
langsung berhadapat dengan imigrasi China. Dan saat itulah saat-saat paling
menegangkan! Kami melihat jika semua orang yang bekerja di bandara mengenakan
PAKAIAN MILITER (baik pria maupun wanita) dan semuanya tidak memperlihatkan
jika mereka mengerti arti senyum karena hampir semuanya bertampang sangat
serius. Bahkan kami sempat berpikir, apakah semua PNS di China lulusan militer?
![]() |
Penampakan Bandara Wuhan |
Semua orang berbaris rapi di hadapan tiga loket imigrasi. Namun saat itu kami justru melakukan kesalahan paling konyol yang pernah ada! Tepat mengantre di antara barisan, kami justru sibuk BERFOTO dengan background imigrasi Wuhan, terlebih di sana terdapat banner besar yang bertuliskan WUHAN!
***INFORMASI PENTING***
Di negara manapun, di bandara manapun,
kegiatan mengambil foto di imigrasi DILARANG!
Sebenarnya kita bisa melihat tanda dilarang mengambil foto
di setiap imigrasi bandara. DI MANAPUN!
INGAT! DI SETIAP BANDARA dan bukan hanya di Bandara Wuhan.
Lalu munculah suara teriakan dari balik meja imigrasi. Pria itu tidak lagi sibuk mengecap paspor para penumpang pesawat namun justru lebih sibuk berteriak "@?!#@#??&$%#@%@$" dalam bahasa Mandarin. Kami terdiam sekali karena mengira terjadi keributan, namun karena tidak ada hal yang mengkhawatirkan, kami kembali berfoto ria dan pria itu kembali berteriak "#@@#&??!#&@&#" saat itulah kami sadar jika kamilah yang diteriaki sejak tadi! Glek!!
Seorang wanita (yang juga berpakaian militer) langsung menghampiri kami dan setengah teriak "NO PHOTO!!"
Itu sungguh kejadian paling memalukan dan tidak menyenangkan di hari pertama kami menginjakkan kaki di China. Kami langsung terdiam dan melontaran maaf karena kami tidak mengerti dengan peraturan di bandara. Untunglah kamera kami tidak diambil dan dimusnahkan di tengah gundukan salju di luar! Phew....
Sialnya, kami tidak hanya diomelin karena masalah mengambil foto di bandara karena tepat ketika kami mendapati giliran kami untuk dicap paspor, kami justru dihadang oleh pria berpakaian militer itu lagi (seolah ingin membalas dendam karena telah mengambil foto di bandaranya) dan mulai berbicara dalam bahasa Mandarin "@#%@%@??@&@&@@???"
Kami berdua hanya bengong mendengarnya. Sungguh tidak adakah seorang saja yang bisa berbahasa Inggris di China?! Ternyata usut punya usut, kami bermasalah masuk ke China karena kami tidak mempunyai visa China (jelas saja karena tujuan utama kami adalah ke Korea Selatan). Sehingga ketika kami dimasukkan di ruang tunggu dan terjadi pembicaraan di antara petugas migras. Saat itu merupakan detik-detik yang mengerikan bagi kami.
***KETAKUTAN KAMI***
- Takut dikirim pulang ke Singapura dan menghancuran rencana liburan yang sudah menanti di depan
- Takut jika ditahan di bandara dan disuruh membayar sejumlah uang (Kami sama sekali tidak ingin mengeluarkan uang konyol di bandara China)
- Takut jika tertinggal pesawat menuju Qingdao karena waktu transit hanya 1 jam dan kami ditahan di bandara sudah cukup lama
Kami sungguh cemas dan takut hingga akhirnya kami diberitahukan jika kami memperoleh IZIN untuk berada di China maksimal satu hari. Sehingga mereka memberikan kami cap STAY PERMIT di lembar terakhir paspor kami. Setelah mendapakan paspor kami kembali, secepat kilat kami segera berlari kembali menuju bis yang akan membawa kami menuju pesawat. Udara dingin mencekam dan kurang dari beberapa detik saja, bis sudah akan melaju dan meninggalkan kami di bandara Wuhan.
![]() |
Stay Permit dari Pemerintah China |
Sampai di pesawat kami sungguh bersyukur masih berada di track yang seharusnya. Kami masih belum terbiasa dengan China dan perjalanan mendadak tanpa banyak riset ini menjadikan kami menempu semua kemungkinan dengan modal nekad. Namun perjalanan masih panjang... dan sebelum sampai di Korea, kami masih harus melewati satu bandara lagi di negeri militer ini: QINGDAO!
***RINCIAN PENGELUARAN***
Total pengeluaran di hari pertama, antara lain:
Airport tax : 150 ribu
Transportasi selama di Singapura : 30 ribu*
Makan malam di McDonald: 50 ribu*
Total: 230 ribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar